Pilih Mana, Cicil Rumah atau Mobil

Pilih Mana, Cicil Rumah atau Mobil?

Hidup pasti selalu penuh dinamika. Apalagi, jika sudah  masuk usia kerja. Seiring dengan peningkatan kinerja, yang mendorong meningkatnya gaji dan  posisi, kadang muncul berbagai kebutuhan baru. Mulai dari yang utama seperti tempat tinggal, sampai memilih kendaraan penunjang aktivitas.

Sudah tentu, semua itu memerlukan biaya yang tak sedikit. Dan biasanya, seiring dengan kenaikan pendapatan,, biaya yang kita keluarkan pun ikut meningkat. Jika sepadan, barangkali tak masalah. Tapi, jika kemudian pengeluaran sampai melebihi pendapatan, sudah tentu kita harus waspada. Beruntung, saat ini, ada fasilitas kredit dari perbankan yang bisa membantu kita memenuhi kebutuhan. Kredit Kepemilikian Rumah (KPR) dan Kredit Kepemilikan Kendaraan (KPK) adalah pinjaman yang bisa membuat “impian” kita menjadi nyata. Tentu, semua itu tidak gratis. Untuk itu, ada beberapa hal yang perlu kita pertimbangkan KPR dan KPK justru tak menjadi beban di kemudian hari.

• Jika dana bulanan (gaji) jumlahnya tetap, atau tak ada pendapatan tambahan lainnya, pertimbangkan betul,
berapa porsi gaji yang harus dipotong untuk membiayai KPR atau KPK. Untuk porsi standar, uang yang dipakai
pembayaran cicilan, sebaiknya tak lebih 30% dari gaji yang didapat.

• Sebelum memilih untuk memiliki rumah, mobil, atau bahkan keduanya, perkirakan betul-betul bagaimana
kemampuan Anda membayar cicilan untuk beberapa tahun ke depan. Ini terkait juga dengan posisi di
perusahaan ke depan. Sebab, bisa jadi, jika kita bekerja di perusahaan dengan tingkat kesejahteraan tinggi,
biasanya ada tunjangan KPR atau KPK sesuai dengan kenaikan jabatan yang kita miliki. Atau, adakah juga
rencana kita suatu saat nanti pindah ke perusahaan lain sehingga mengharuskan kita meninjau ulang
pembayaran KPR dan KPK  kita.

• Jika gaji atau pendapatan cenderung stagnan, pertimbangkan betul, mana kebutuhan yang paling penting,
apakah rumah atau mobil. Memang, sepertinya, rumah adalah kebutuhan pokok dan mobil adalah kebutuhan
sekunder. Tapi, jika menyangkut pekerjaan, bisa jadi mobil justru jadi penunjang utama kerja, misalnya untuk
mengangkut barang atau sarana transportasi utama. Bila itu yang terjadi, mobil bisa lebih diutamakan. Sebab,
dengan mobil, kinerja bisa lebih meningkat sehingga pendapatan pun bisa bertambah.

• Rumah nilainya biasanya selalu meningkat. Sedangkan mobil, justru terus turun. Karena itu, putuskan betul-
betul, mana yang menjadi kebutuhan mutlak. Jangan lupakan juga, biaya-biaya lain seperti biaya perawatan
yang harus kita tanggung selama memiliki rumah dan/atau mobil. Jangan sampai pembelian hanya
dikarenakan gengsi semata.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: