Muda Kaya Raya Tua Bahagia

Muda Kaya Raya, Tua Bahagia

Muda kaya raya, tua bahagiaIdiom “muda kaya raya – tua bahagia – mati masuk surga” adalah gambaran sangat ideal yang bisa jadi harapan semua orang. Tapi, apakah idiom tersebut bisa benar-benar terjadi? Untuk mencapai kondisi tersebut, kuncinya ada pada perencanaan keuangan. Seperti apa?

  • Mengelola utang. Usahakan untuk mengurangi utang konsumtif dan non produktif, misalnya utang dari kartu kredit.
  • Atur alur kas agar selalu positif. Cara menghitungnya ialah dengan mengurangi beban (seperti utang dan biaya lain) dari hasil yang didapat (misalnya gaji). Nilai ini harus selalu positif sehingga selalu ada sisa yang bisa diinvestasikan.
  • Tingkatkan nilai kekayaan bersih. Nilai ini dihitung dengan mengurangi aset dengan utang yang harus dibayar. Aset ini dihitung dari barang yang kita miliki dan masih punya nilai diatas 50 persen dari nilai semula.
  • Cari penghasilan tambahan. Jika pengeluaran ternyata selalu lebih besar dari pendapatan —bahkan meski berusaha dihemat— ini artinya kita harus punya pendapatan tambahan. Bisa dengan berjualan kecil-kecilan atau usaha lainnya.
  • Siapkan dana darurat. Ini adalah dana yang bisa kita gunakan sewaktu-waktu saat kondisi darurat. Saat masih lajang, besar nilainya dianjurkan minimal 3 kali gaji. Bagi yang sudah punya keluarga, nilainya minimal 6 kali gaji. Sedangkan yang sudah berkeluarga dan punya anak lebih dari dua, setidaknya minimal ada simpanan darurat sebesar 12 kali gaji.
  • Milikilah asuransi, terutama asuransi kesehatan dan jiwa. Hal ini akan sangat membantu kita saat sakit atau saat keluarga ditinggalkan sang penyangga utama ekonomi.
  • Investasi. Ada banyak cara berinvestasi. Yang paling menguntungkan dan mudah saat ini adalah investasi dalam bentuk logam mulia (emas) karena nilainya paling anti terhadap inflasi dan bahkan cenderung terus meningkat.

Selain poin-poin diatas, ada satu hal lagi yang menjadi tips dalam mencapai idiom “muda kaya raya – tua bahagia – mati masuk surga”. Apakah itu? Jangan lupa selalu bersedekah dan membantu orang lain yang membutuhkan di sekeliling kita. Selain sebagai jalan untuk beramal, secara psikologis kita akan merasa lebih bahagia saat bisa membantu sesama.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: