Perkembangan Asuransi Kesehatan di Indonesia

Perkembangan Asuransi Kesehatan di Indonesia

Keberadaan Asuransi kesehatan  sejak zaman penjajahan belanda di bumi Nusantara , peserta hanya pegawai pemerintahan belanda saja dengan model pembiayaan yaitu mengganti biaya yang dikeluarkan waktu berobat

Tahun 1965 dikelola oleh Badan , sifat kepesertaannya adalah wajib bagi pegawai negri /Penerima pensiunnya beserta keluarganya (anak tak terbatas) model pembiayaannya yaitu bisa berupa penggantian biaya langsung atau pemberian jaminan oleh badan dan akan ditagihkan oleh Pemberi pelayanan (Fasilitas Pemerintah). serta jenis pelayanan tak terbatas.
Beberapa perusahaan negara dan swasta juga memberi jaminan pemeliharaan kesehatan terbatas atau tidak terbatas kepada karyawannya seperti model Badan tersebut.

Tahun 1984 Badan berubah menjadi Perum (alasan keterbatasan dana , 2% dari pokok gaji PNS) dan dimulailah pengelolaan Asuransi kesehatan secara profesional diantaranya yaitu  pengelompokan jenis pelayanan menjadi paket dengan biaya penggantian sesuai paket. Harus ada rujukan, disertai fotokopy identitas dan bukti pelayanan dan ketiga perubahan tersebut menimbulkan banyak keluhan bagi pesertanya yang kurang mendapatkan informasi.
Sedangkan Asuransi pemeliharaan kesehatan di Perusahaan Negara/Swasta makin baik dan berkembang, namun mulai merasakan membesarnya biaya kesehatan tersebut. 

Tahun 1995 Perum berubah menjadi PT Askes Indonesia , Kepesertaan diperluas,  paket pelayanan makin di persempit , obat obatan dikembangkan jumlah dan jenisnya , kerja sama dengan rumah sakit maupun unit pelayanan kesehatan lainnya makin diperluas.
Beberpa BUMN dan Perusahaan swasta Nasional beralih ke perusahaan Asuransi terutama PT ASkes.

Tahun 2000 Asuransi kesehatan  Negara maju (dari luar negri) mulai masuk melalui perbankan dan beberapa tahun kemudian PT Askes mempunyai visi sebagai spesialis Asuransi Kesehatan dan pemerintah menambah iuran premi pegawai 2% dan mulai ada perbaikan pelayanan.

Tahun 2006 Masyarakat miskin menjadi peserta Askes (sebelumnya dikelola oleh Depkes)  , Jumlah keluhan makin banyak (60 juta orang) ditambah 700 rumah sakit dan apotik , setahun kemudian Depkes mengambil alih kembali,

lihat juga sejarah singkat PT Askes dan ” fraud-dalam-asuransi-kesehatan ”

>>>  Berita Asuransi Kesehatan ,Aplikasi Asuransi Kesehatan, Sistem Informasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: