Kebutuhan Asuransi Kesehatan

Kebutuhan Asuransi Kesehatan

Sebagai individu , kita tidak akan pernah terlepas dari pembiayaan hidup sehari-hari, misalnya mandi, makan, pakaian, transportasi , olah raga, tempat tinggal, bahkan tidur sekalipun kita masih membutuhkan biaya seperti selimut, kasur yang empuk yang semuanya diperuntukan menjadi sehat.
Dengan perkataan lain bahwa semua biaya tersebut diatas termasuk biaya pemeliharaan kesehatan, biaya yang yang harus dikeluarkan agar indifidu tetap hidup sehat.
Besaran biaya pemeliharaan kesehatan dapat dihitung dan dikontrol.

Tetapi biaya pengobatan atau biaya penyembuhan akibat sakit tidak bisa diprediksi. dan tidak ada satupun individu yang dapat memperkirakan kapan ia akan sakit dan berapa besar biaya penyembuhannya.

Sebagai illustrasi biaya pengobatan / penyembuhan adalah sebagai berikut

  1. Biaya sekali pemeriksaan dokter Rp 50.000 – 250.000
  2. Biaya obat Rp. 100.000 sampai tak terduga tergantung penyakitnya
  3. Biaya Penunjang diagnostik, seperti Laboratorium dan lain-lain Rp 100.000 sampai tak terduga.
  4. Biaya Operasi ringan Rp 5.000.000 sampai tak terduga
  5. Biaya Perawatan Mondok di Rumah Sakit Rp 200.000 – 2.500.000 / hari tergantung kelas perawatan dan rumah sakit
  6. Lain-lain biaya supporting/ penyanggah, pemulihan, evakuasi

Menurut survey di Indonesia, biaya tersebut sangat terasa bagi masyarakat kelompok menengah atas, dan hampir-hampir tak terjangkau bagi masyarakat kelompok menengah, terlebih lagi masyarakat kelompok bawah.

Di Negara maju yang masyarakatnya sangat individual , masyaraktnya maupun pendatang sangat diharuskan mempunyai salah satu Asuransi Kesehatan , karena biaya pemuliham kesehatan terlampau mahal dan tak terjangkau oleh setiap individu dan bila terjadi resiko, maka tidak ada satupun unit pelayanan kesehatan yang mau melayaninya / mengobatinya.

Di Indonesia, yang masyarakatnya dengan budaya gotong royong masih tersisa, kemungkinan masih dapat dilayani dengan berbagai cara yaitu 1. Deposit/ Uang muka jaminan sebelum pelayanan. 2. Ber-utang (mungkin tidak ada lagi unit pelayanan yang bersedia memberi utang kepada pasiennya) . 3. Menggunakan SKTM (surat keterangan tanda Miskin). yang membutuhkan otorisasi pemerintah dan hanya dapat dilayani di RS pemerintah tertentu. Yang terakhir ini masih tergolong dalam Asuransi kesehatan Masyarakat Miskin.

Bagi Pimpinan Perusahaan apakah perusahaan pribadi/ swasta perorangan atau kelompok, ataupun perusahaan pemerintah, hampir seluruhnya telah mengikutkan karyawannya dalam salah satu program asuransi kesehatan, sisanya mungkin menggunakan cara penggantian terbatas atas biaya kesehatan karyawannya. yang terakhir ini sangat tidak efisien dan tidak efektif karena banyak terjadi kecurangan ataupun penurunan kinerja karyawan (baca manfaat asuransi kesehatan )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: